Bisnis Mudah Daftar 100% Gratis Kerja Gambang Hasil Luar Biasa. Isi: Hai ada bisnis menarik dan luar biasa dasyat nih!! Di sini kita bisa Mendapatkan Rp. 277.777.778.500,- Lebih Dengan Modal 100% GRATIS!! 100% MUDAH, 100% BEBAS RESIKO! Kerjanya? Sangat mudah! Untuk info Lengkapnya Kunjungi : http://gajigratis.com/?ref=pastiada

Jumat, 21 Januari 2011

BALI JADI WARISAN DUNIA............mudah2an


Dari Seminar Internasional di Dwijendra Bali Diusulkan Jadi Warisan Dunia
Denpasar (Bali Post) -
Dalam rangka HUT ke-58, Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar menggelar seminar internasional bertema ''Pembentukan Karakter Bangsa Berlandaskan Tri Hita Karana Menuju Moskhartam Jagadhita''. Tampil sebagai pembicara antropolog J. Stephen Lansing dan Yanny Fourrge dipandu Darma Putra.
Rektor Undwi I Ketut Wirawan, S.H. M.Hum. mengungkapkan seminar ini selain menggali konsep dan implementasi THK dalam menyelamatkan Bali, juga membentuk karakter bangsa berlandaskan agama Hindu guna mengantisipasi globalisasi.
Pada seminar yang diikuti 1.000 peserta itu, Profesor Antropologi dari The University of Arizona J. Stephen Lansing menegaskan, Bali kembali diusulkan menjadi warisan dunia ke UNESCO. Usulan itu oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Jumat (21/1) kemarin dibawa ke UNESCO. Peneliti soal budaya Bali ini menegaskan, usulan Bali sebagai warisan dunia dengan filosofi Tri Hita Karana (THK) dengan subak sebagai warisan mahaluhur. ''Usulan ini untuk keempat kalinya, setelah tiga kali gagal,'' ujarnya.
Ia menilai Bali dengan nilai filosofi THK-nya berpengaruh besar bagi dunia dalam mengemban hidup seimbang dan berkeharmonisan. Nilai-nilai spiritual dan budaya mahatinggi ini sarat dengan nilai pelestarian lingkungan. Bahkan pejabat di UNESCO, katanya, menilai Bali pas menerima predikat warisan dunia.
Ditanya soal kekhawatiran masyarakat Bali yang merasa diatur, ia mengatakan, jika disetujui akan ada Dewan Pengelola yang menjaga Bali ini agar tak dieksploitasi tetapi dijaga kelestariannya.
Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Drs. Ida Bagus Gede Wiyana menyatakan bangga Bali dan nilai-nilai THK kini diusulkan menjadi warisan dunia. Ini langkah baik jika kita ingin Bali terjaga kelestarinnya. Pemerintah tak bisa semena-mena mengeksploitasi Bali dengan fasilitas pariwisata, apalagi merusak alam Bali.
Soal THK, Ida Bagus Gede Wiyana yang juga Ketua FKUB Bali dan kini mendapat kepercayaan sebagai Ketua Forum Kewaspadaan Provinsi Bali mengatakan justru nilai-nilai THK itu pertama kali dikumandangkan di Dwijendra pada tahun 1966 oleh Made Kaler. Ini sesuai dengan visi Dwijendra yakni agamis, kultural dan nyastra yang pada hakikatnya juga THK. Agamis membangun kehidupan beragama (parahyangan), kultural menyangkut pawongan dan nyastra berhubungan dengan palemahan dan lingkungan. Makanya dalam pendidikan karakter, Dwijendra yang pertama memasukkan pendidikan budi pekerti ke kurikukum lewat pelajaran terpisah dengan agama.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika juga merespons positif usulan Bali sebagai warisan dunia. Asal dijelaskan dengan baik, ia yakin tak seperti Pura Besakih yang sebelumnya diusulkan lantas ditolak masyarakat.
Ia mengajak masyarakat berpikir jernih jika Bali diterima sebagai warisan dunia banyak nilai positifnya, karena masyarajak dunia wajib melestarikan Bali dengan segala keunikannya. ''Bukan berarti hidup kita diatur, justru menghindari Bali dieksploitasi dengan pembangunan yang merusak lingkungan. Jadi, krama Bali tak perlu khawatir,'' ujarnya.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat menjadi keynote speaker mengaku Yayasan Dwijendra turut memberi kontribusi membangun Bali dalam bidang pendidikan menuju masyarakat Bali Mandara. Termasuk dalam membangun kearifan lokal. Lewat seminar ini, ia mengajak krama Bali peduli menjaga persatuan lewat pembentukan karakter bangsa, membangun jiwa patriotisme dan berkearifan lokal.
Salah satu kearifan lokal itu adalah THK yang bermaknakan keanekaragaman budaya dan pelestarian lingkungan. Falsafah THK ini diharapkan mampu mengerem sifat manusia modern yang individualistik dan konsumerisme. Makanya THK ini, dinilai Gubernur, sangat pas membangkitkan karakter bangsa dan semangat nasionalisme.
Banyak nilai Hindu yang relevan untuk membentuk karakter bangsa yakni Tri Kaya Parisudha, Tri Rena. Hanya, ia tekankan konsep kita punya, namun jangan sampai lemah dalam aktualisasinya.
Ia mencontohkan Singapura bisa maju tanpa memiliki konsep THK, namun sudah mengimplementasikan THK itu sendiri. Makanya setelah seminar ini, ia harapkan ada rumusan dan gerakan terpogram sehingga THK di Bali itu tak hanya didengar masyarakat dunia, namun bisa dilihat dan dirasakan manusia di dunia. (025)

sumber : balipost

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar