Bisnis Mudah Daftar 100% Gratis Kerja Gambang Hasil Luar Biasa. Isi: Hai ada bisnis menarik dan luar biasa dasyat nih!! Di sini kita bisa Mendapatkan Rp. 277.777.778.500,- Lebih Dengan Modal 100% GRATIS!! 100% MUDAH, 100% BEBAS RESIKO! Kerjanya? Sangat mudah! Untuk info Lengkapnya Kunjungi : http://gajigratis.com/?ref=pastiada

Selasa, 23 Februari 2010

Pendidikan

1. Jelaskan pemahaman saudara tentang Pendidikan, serta uraikan alasan saudara bahwa manusia merupakan subjek dan objek pendidikan ?

Jawab:
Pendidikan merupakan suatu proses dan bantuan yang diberikan oleh pendidik terhadap optimalisasi perkembangan potensi baik jasmani atau rohani peserta didik dalam upaya untuk merubah pengetahuan ( kognitif ), sikap (afektif ), dan ketrampilan ( psikomotorik ) sehingga akan tercapai kepribadian ideal, atau untuk meningkatkan kualitas ibadah terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna, dengan potensi akal yang dimilikinya. Oleh karena itu, pendidikan sebagai suatu usaha yang dilakukan secara sadar melalui proses kegiatan belajar dalam upaya menambah suatu bentuk kegiatan yang menjadikan seorang individu sesuai dengan kehidupan sosialnya. Pendidikan dilakukan melalui kegiatan berfikir tentang diri dan lingkungannya, sedangkan berfikir pada dasarnya merupakan sebuah proses yang membuahkan ilmu pengetahuan. Proses ini merupakan serangkaian gerak pemikiran dalam mengikuti jalan pemikiran tertentu yang akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan yang berupa ilmu. Oleh karena itu manusia sebagai subjek sekaligus objek pendidikan yaitu bahwa manusia adalah makhluk yang dapat menciptakan pendidikan yang didalamnya meliputi tiga aspek, ilmu, nilai dan teknologi. Kebutuhan manusia untuk menciptakan pendidikan merupakan kebutuhan yang amat vital, sebab pendidikan menjadi sarana untuk mengembangkan kualitas kemanusiaan dalam upaya mobilisasi dirinya. Serta manusia sebagai objek pendidikan karena didalamnya mengkaji tentang eksistensi manusia. Bahwa setiap manusia yang lahir membawa berbagai potensi untuk berkembang baik potensi jasmani ataupun potensi rohani seperti: berjalan, berbicara, melihat, berfikir, emosi, susila dan lain-lain.Upaya untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada supaya dapat berkembang untuk mencapai perwujudannya maka manusia memerlukan proses bimbingan, arahan, pengajaran. Melalui proses-proses tersebut, harkat, martabat manusia dengan sendirinya akan terjaga dan terus meningkat menuju kesempurnaan hidupnya.



2. Demi tercapainya tujuan pendidikan menurut UUSPN No 20 tahun 2003 diperlukan adanya unsur-unsur serta landasan pendidikan. Uraikan unsur-unsur serta landasan pendidikan tersebut !

Jawab :
Pendidikan dapat dikatakan berhasil jika terdapat beberapa unsur, antara lain
1. Tujuan Pendidikan
Agar perubahan yang terjadi pada peserta didik dapat tercapai diperlukan rumusan tujuan pendidikan yakni perwujudan nilai-nilai ideal yang terbentuk dalam pribadi peserta didik sebagai hasil ( out put ) dari proses pendidikan, dalam bentuk arahan dan pedoman bagi segenap kegiatan pendidikan.
2. Pendidik adalah orang ( orang tua, guru, tokoh pemerintah, tokoh masyarakat ) yang memberikan bimbingan dan bantuan terhadap perubahan dan perkembangan potensi psikis dan psikologis melalui ranah kognitif, ranah afektif, ranah psikomotorik secara optimal dan integral.
3. Peserta didik sebagai subjek atau manusia yang dibina, diarahkan dan dikembangkan melalui proses pendidikan. Yang menjadi permasalahan kemudian adalah adanya perbedaan individu sebagai peserta didik sehingga sangat dimungkinkan diperlukan adanya pengkarakteristikan peserta didik dalam hal perkembangan anak didik, perbedaan setiap individu, minat serta kebutuhan peserta didik, serta motivasi-motivasi seperti apa yang akan diberikan kepada peserta didik.
4. Materi pendidikan berupa bahan atau sikap danketrampilan yang harus ditransformasikan kepada peserta didik. Syarat agar materi pendidikan yang disampaikan kepada peserta didik dapat mencapai target sasaran diperlukan adanya perencanaan dalam hal menentukan tujuan materi pendidikan, dilanjutkan dengan bagaiman upaya yang dilakukan dalam mencapai tujuan materi pendidikan tersebut. Terakhir adalah evaluasi sampai sejauh mana ketercapaian dari materi pendidikan tersebut dilaksanakan.
5. Metode pendidikan merupakan cara atau langkah yang digunakan oleh pendidik dalam upaya mentransferisasi,mentransformasi dan menginternalisasikan bahan pembelajaran kepada peserta didik Ada tiga jenis metode pendidikan, antara lain :
 Metode diktatorial (teacher centered ), pendidik sebagai pusat dalam proses pendidikan, sedangkan peserta didik bersifat pasif.
 Metode liberal ( child centered ), peserta didik diberikan keleluasaan dalam proses pendidikan, sedangkan pendidik bersifat pasif.
 Metode Demokratis ( pupil-teacher centered ), pendidik dan peserta didik diposisikan berdampingan dalam proses pendidikan.
6. Alat-alat pendidikan sebagai perangkat dalam proses pendidikan meliputi design instrucsional ( kurikulum ), media pembelajaran, sumber pembelajaran.
7. lingkungan pendidikan yakni segala kondisi dan situasi baik lingkungan alam fisik atau lingkungan sosial budaya yang mempengaruhi peroses perkembangan peserta didik.

Terdapat beberapa landasan sehingga tujuan pendidikan dapat terwujud, antara lain :
a. Landasan filosofis, supaya hakekat, rumusan,dan tujuan pendidikan dapat terwujud dan tidak menyimpang maka pandangan hidup dan falsafah bangsa harus menjadi pijakan dan tumpuan.
b. Landasan sosio-kultural, manusia sebagai makhluk yang bermartabat dan bermoral mulia dan taat kepada norma-norma di lingkungannya, sehingga program dan isi pendidikan yang disampaikan dan dikembangkan kepada peserta didik tentunya harus didasarkan pada kultur, budaya dan sosial di masyarakat.
c. Landasan psikologis, untuk melakukan perubahan terhadap peserta didik sehingga tercapai perkembangan yang optimal maka metode dan tujuan pembelajaran harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan psikis dan psikologis peserta didik.
d. Landasan ilmiah dan teknologis, Dalam meningkatkan wawasan dan daya berfikir peserta didik dan memperkaya metode dan perangkat pendidikan teknologi dapat dijadikan pijakan, agar tujuan pendidikan dapat berkembang dengan pesat.


3. Dilihat dari tempat berlangsungnya pendidikan, maka secara institusional lingkungan pendidikan dibedakan menjadi tiga kelompok atau disebut tri pusat pendidikan. Jelaskan!. Serta bagaimana jalinan tri pusat pendidikan tersebut berlangsung, jelaskan!

Jawab :
Keluarga, sekolah, dan masyarakat merupakan lembaga pendidikan yang saling terkait dan tidak dapat terpisahkan sehingga pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.
Lingkungan pendidikan keluarga ( lembaga pendidikan informal ) sebagai sarana pendidikan yang pertama dan utama, dikatakan pertama oleh karena keluarga sebagai peletak dasar-dasar pendidikan akal, pendidikan moral dan akhlak serta sebagai reproduksi budaya, dalam perkembangan anak untuk keperluan hidupnya dari kedua orang tuanya. Dikatakan utama karena bimbingan dan arahan keluarga merupakan dasar serta modal utama bagi perkembangan pribadi anak. Pendidikan dalam lingkungan keluarga terjalin atas dasar hubungan darah, motivasi cinta kasih dan kewajiban moral antara anak dan orang tua.
Lingkungan pendidikan sekolah sebagai lembaga pendidikan formal dimana pendidikan berjalan secara sengaja, terencana, dan sistematis sebagai media untuk mentransformasikan segala ilmu pengetahuan juga pengembangan potensi minat dan bakat peserta didik dengan mengedepankan pengembangan aspek kognitif, afektif, psikomotorik. Sehingga wawasan berfikir anak dapat berkembang dan akan terbentuk kepribadian anak menjadi manusia dewasa yang terampil dan profesional yang mampu berdiri sendiri didalam kebudayaan dan masyarakat.
Lingkungan pendidikan masyarakat sebagai lembaga pendidikan nonformal merupakan institusi pendidikan yang juga dilakukan secara sengaja dan terencana sebagai media pelatihan dan pengembangan keterampilan peserta didik yang dilaksanakan secara praktis dan khusus, sehingga dapat memberikan pengaruh positif dan konstruktif terhadap perkembangan kepribadian anak. tetapi tidak bersifat sistematis artinya tidak adanya design instruksional yang meliputi kurikulum, institusi pendidikan.
Hubungan tri pusat pendidikan antara lingkungan pendidikan keluarga, lingkungan pendidikan sekolah, lingkungan pendidikan masyarakat pempunyai kaitan yang sangat erat dalam mendukung proses pendidikan. Pelaksanaan pendidikan yang dilaksanakan dalam keluarga sebagai sarana pendidikan yang pertama dan utama memainkan peranan yang amat penting dan strategis dalam upaya pembentukan kepribadian seseorang sebagai pembentukan dasar-dasar pendidikan seseorang perlu adanya dukungan pendidikan dari lingkungan sekolah sebagai lanjutan dari pendidikan keluarga dalam pendayagunaan dan mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik seseorang guna mencapai tujuan yang mengandung nilai-nilai yang serasi dan selaras dengan kehidupan yang berlaku dilingkungan masyarakat.
Namun demikian pendidikan dalam lingkungan masyarakat mempunyai peranan yang penting dalam konsep pendidikan manusia berlangsung selama seumur hidupnya. Dengan demikian pendidikan yang diselenggarakan dalam masyarakat dan sekolah dapat membantu pendidikan yang dilaksanakan dalam lingkungan keluarga. Secara konseptual dan teknis program pendidikan sekolah harus disuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat, akurasi target dan sasaran yang diharapkan dalam pendidikan ditentukan oleh kejelasan formulasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.

4. Didalam dasar-dasar pendidikan dikenal dengan apa yang disebut batas-batas pendidikan. Dalam proses pendidikan manusia, sejak kapan manusia memperoleh pendidikan. Jelaskan !
Jawab :
Pada dasarnya pendidikan dilaksanakan oleh manusia selama masa hidupnya. Dalam prosesnya ada beberapa pendapat yang mengemuka dalam hal sejak kapan seseorang melakukan proses pendidikannya.
1. Bahwa proses pendidikan manusia dimulai sejak manusia memilih pasangannya untuk dijadikan pendamping hidupnya (suami/ istri ). Dalam pandangan islam hal konsep ini tersirat pada hadis nabi yang menyatakan ketika seseorang akan mencari jodoh wajib diperhatikan nasab ( keturunan), agamanya, Brojonegoro mengkiaskan dalam pencari pendamping hidup perlu memperhatikan bibit, bebet, bobot.
2. Bahwa proses pendidikan manusia dimulai sejak terjadinya hubungan intim antara suami/istri. Konsep Islam mendidik kepada pasangan suami istri dalam menggauli pasangan (suami/istri) sehingga akan menciptakan keturunan yang baik.
3. Bahwa proses pendidikan manusia dimulai sejak manusia berada dalam kandungan.
4. Bahwa proses pendidikan manusia dimulai sejak ia dilahirkan ke muka bumi. Menurut Ki Hajar Dewantoro pendidikan dimulai sejak lahir sampai meninggal dunia, tetapi dalam proses perkembangannya pendidikan dimulai sejak lahir sampai tercapainya kedewasaan.
5. Pendidikan manusia dimulai sejak manusia mengenal kewibawaan. Menurut M.J. Langeveld pendidikan dimulai sejak anak mulai mengenal kewibawaan, yaitu pengakuan, penerimaan secara sukarela, oleh manusia dalam proses pendidikannya terhadap pengaruh yang datang dari pendidik. Dengan kata lain seseorang yang sudah mengenal kewibawaannya berarti ia telah mengetahui arti penting suatu anjuran atau norma-norma bagi dirinya. Dan ia sudah dapat melaksanankan proses pendidikan.


6. Jelaskan aliran-aliran dalam pendidikan !
Jawab :

Terdapat dua macam aliran dalam pendidikan :
1. Aliran Klasik. Yaitu aliran yang membicarakan tentang fungsi dan peranan pendidikan dalam perkembangan pribadi manusia. Yang menjadi penekanan dalam aliran ini, bahwa adanya kontradiksi atau adanya faktor-faktor yang mempengaruhi didalam perkembangan pribadi manusia. Yaitu antara pembawaan dan lingkungan (pendidikan).dengan adanya dua faktor inilah sehingga pada aliran klasik terdapat beberapa pemikiran, diantaranya:
 Aliran empirisme,Aliran yang berpendapat bahwa perkembangan pribadi manusia semata-mata hanya dipengaruhi lingkungan (pendidikan). Hanya manusia yang bersifat optimis dan dinamis yang menganut aliran ini.
 Aliran Nativisme, Aliran yang berpendapat bahwa perkembangan pribadi individu semata-mata dipengaruhi oleh faktor bawaan yang meliputi gen, psikis, dan psikologis.Individidu yang termasuk dalam aliran ini adalah manusia yang memiliki jiwa pesimis, hanya berserah diri kepada takdir.
 Aliran Naturalisme, Aliran ini berpendapat bahwa setiap anak yang baru lahir menurut alam dan sifat-sifat dasar sendiri- sendiri, sedangkan pendidikan atau lingkungan sebagai faktor eksternal dalam mempengaruhi perkembangan pribadi anak. Menurut aliran ini pada batasan usia mnusia 0 sampai 12 tahun anak dibiarkan berkembang dengan sendirinya. Pada batasan usia 12 tahun keatas perkembangan pribadi anak dipengaruhi oleh lingkungan atau pendidikan.
 Aliran konvergensi, menurut aliran ini terdapat konfersi sebagai kerjasama antara faktor pembawaan (psikis, psikologis) serta lingkungan (pendidikan) yang berjalan beriringan dalam rangka pembentukan perkembangan pribadi manusia.

2. Aliran modern, yaitu aliran yang membicarakan mengenai upaya dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Sehingga bermunculan teori-teori baru pendidikan dalam proses perkembangan manusia.
 pengajaran alam sekitar ( Haimatkunde ), Teori ini cenderung untuk menjadikan kondisi objektif yang terdapat di sekitar lingkungan manusia sesuai dengan apa yang mereka lihat, dan mereka kenal, sebagai dasar atau orientasi dalam proses pendidikan manusia.
 Pengajaran pusat perhatian ( centres d’intered ), menurut teori ini proses pendidikan manusia sebagai peserta didik akan berhasil dan optimal maka harus diklasifikasikan menurut minat, bakat dan keinginan peserta didik.
 Sekolah kerja ( Arbeitschule ), menurut teori ini lembaga pendidikan sebagai institusi dalam proses pendidikan manusia ditugaskan untuk mempersiapkan peserta didik yang siap kerja. Oleh karena itu materi, design pembelajaran yang ada pada institusi pendidikan harus berkaitan dengan hal-hal yang dibutuhkan peserta dalam kehidupannya sehingga akan tercipta peserta didik yang profesional yang siap kerja.
 pengajaran pokok, menurut teori ini proses pembelajaran atas dasar metode proyek, berupa modul yang sudah terpaketkan dalam satu format pembelajaran.























Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan benar dan tepat!

1. Apa pemahaman saudara tentang Manajemen kependidikan, serta jelaskan mengenai fungsi dan prinsipnya!

Jawab :

Istilah manajemen berasal dari bahasa latin, yakni manus,mano. Dalam bahasa inggris disebut manage yang berarti mengurus, mengatur, mengelola, memimpin. Jadi manajemen adalah kemampuan orang-orang dalam organisasi untuk mengatur dan mengelola serta memanfaatkan sumber-sumber daya yang ada dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Dalam konteks manajemen pendidikan berarti segenap kemampuan dalam mengatur mengelola dan mendayagunakan sumber-sumber daya pendidikan ( materiil, spirituil, personil ) secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pendidikan.
Tujuan pendidikan yang dimaksud adalah pegembangan potensi peserta didik sehingga menjadi manusia yang beriman kepada Tuhan Yang Maha esa, berakhlak mulia, cakap, kreatif, mandiri, menjadi warga negara yang bertanggung jawab. Oleh karenanya tuntutan pendidikan untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan pendidikan tersebut, serta menciptakan lembaga-lembaga pendidikan yang memproduksi tenaga-tenaga manusia yang berkualitas dalam bidang moriil, yaitu pengaturan dari segi aspek-aspek materi, keuangan. Bidang spirituil yaitu yang berhubungan dengan pengelolaan masalah-masalah kurikulum, peraturan. Bidang personil yang berkenaan dengan pengelolaan pengembangan sumber daya manusia baik itu tenaga pendidik, ataupun peserta didik. Maka pendidikan harus dikelola, diatur secara efektif, dan efisien.
Fungsi-fungsi manajemen pendidikan.
Secara umum fungsi manajemen terdiri dari :
planning ( perencanaan ), merumuskan dan menentukan arah tujuan dan program, baik bersifat jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.
Organizing ( pengorganisasian ), membentuk strukturdan jalinan kerja agar terdapat persamaan untuk pencapaian tujuan.
Coordination ( kordinasi ), hubungan antara berbagai tugas dan tanggung jawab serta wewenang personil, sehingga terjamin efektifitas kerja.
Motivating/ directing, upaya memberikan dorongan kepada personil, sehingg memiliki semangat dan motivasi kerja.
Supervision, upaya pengawasan sehingga kinerja dan etos kerja dapat tercipta.
Evaluation, penilaian terhadap kesesuaian dengan program yang ditetapkan dengan usaha-usaha yang telah dilakukan dilakukan.
Dalam kaitannya dengan pemberdayaan sumber daya manusia fungsi manajemen secara opersional meliputi:
 Pengadaan, yaitu proses penerimaan, penempatan dan orientasi untuk mendapatkan sumber daya yang profesional.
 Pengembangan, yaitu proses peningkatan dan pengembangan ketrampilan teknis, teoritis, dan konseptual personil melalui pelatihan, workshop.
 Kompensasi, yaitu pemberian tanda jasa, penghargaan terhadap tugas-tugas yang telah dijalankan oleh personil.
 Integrasi, yaitu menyatukan visi, dan kepentingan lembaga agar tercipta kerjasama yang selaras dan menguntungkan.
 Pemeliharaan, yaitu kegiatan untuk memelihara dan menjaga kondisi fisik dan mental personil.
Ada beberapa prinsip yang harus dipegang teguh oleh institusi atau lembaga pendidikan dalam pengelolaan pendidikan, yakni bahwa tujuan lembaga menjadi prioritas utama diatas kepentingan pribadi, setiap tugas dan wewenang harus diorganisasikan dengan jelas, adanya job description yaitu pemberian tugas dan tanggung jawab berdasarkan karakter personel, pemberian penghargaan dan pengakuan terhadap kinerja personil berupa reward, kredit poin.

2. Apa pemahaman saudara tentang Manajemen peserta didik, proses apa saja yang terdapat dalam manajemen peserta didik, jelaskan!

Jawab :

Didalam berlangsungnya proses pendidikan bahwa aktivitas peserta didik berlangsung sejak mulai memasuki sebuah institusi atau lembaga pendidikan ,hingga peserta didik menamatkan proses pendidikannya. Oleh karenanya penataan, pengaturan terhadap aktivitas yang berkaitan dengan peserta didik sangat diperlukan sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan teratur.
Proses pengelolaan dan pengaturan peserta didik dari awal memasuki institusi atau lembaga pendidikan hingga lulus diantaranya :
Penerimaan calon siswa baru, Orientasi calon siswa baru, Pengelompokkan peserta didik, Penilaian prestasi peserta didik, Organisasi peserta didik, Layanan khusus bagi peserta didik, Pembinaan disiplin peserta didik, Bimbingan dan konseling
Melalui manajemen peserta didik diharapkan kepada institusi atau lembaga pendidikan dapat memenuhi kebutuhan yang diperlukan dalam perkembangan kepribadian anak, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan aspek kognitif, afektif, psikomotorik peserta didik.

3. Sebagai seorang guru ( Pendidik ) saudara mempunyai tanggung jawab dalam pelaksanaan fungsi manajerial, upaya apa saja yang wajib saudara lakukan, Jelaskan !

Jawab :

Dalam melaksanakan fungsi manajerial ada beberapa hal yang dilakukan oleh pendidik, sehingga dapat tercipta situasi dan kondisi kelas yang kondusif, dan interaktif.
 Pengelolaan kegiatan akademik seperti penyusunan perencanaan pengajaran, pengembangan program kegiatan, pelaksanaan evaluasi.
 Pengelolaan kegiatan administratif, melalui kegiatan pembelajaran mulai dari kegiatan awal, inti, dan penutup. Serta pengorganisasian kondisi didalam kelas seperti bagaimana penciptaan iklim kelas, catataan tentang siswa, catatan guru, laporan keadaan siswa dan kondisi kelas baik kepada sekolah dan orang tua murid.
 Pengelolaan dalam pembinaan disiplin kelas, dimana pendidik dan peserta didik yang tergabung dalam satu kelas sama-sama tunduk terhadap peraturan ( tata tertib ) yang telah ditetapkan.

4. Sebagai seorang guru ( pendidik ) saudara merupakan seorang pemimpin. Bagaimana sikap saudara sebagai pemimpin yang baik terhadap kedewasaan bawahan peserta didik berdasarkan tinjauan teori, sifat, dan gaya kemempinan. Jelaskan!

Jawab :

Kepemimpinan atau leadership diartikan suatu proses mempengaruhi dan menggerakan aktivitas-aktivitas kelompok dalam rangka perumusan dan pencapaian tujuan. Teori- teori kepemimpinan :
 Teori Genetis yang berpendapat bahwa seseorang menjadi pempin karena seseorang sudah ditakdirkan menjadi pemimpin.
 Teori sosial, yang berpendapat setiap orang akan menjadi pemimpin jika diberikan bekal pendidikan dan pengalaman yang cukup.
 Teori ekologis, seseorang menjadi pemimpin karena bakat yang dimiliki, kemudian bakat tersebut dikembangkan melalui pendidikan dan pengalaman.
 Teori situasi, seseorang dapat menjadi pemimpin , hanya dalam situasi-situasi tertentu, karena ia memiliki kelebihan dalam situasi tersebut.
Seseorang akan menjadi berhasil dalam memimpin bawahannya melalui beberapa pendekatan, antara lain :
 Pendekatan sifat, keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai da kepribadiannya ini meliputi penampilan, status sosial, kecerdasan, kemampuan komunikasi, motivasi bertanggung jawab.
 Pendekatan perilaku, bahwa kepemimpinan dapat dipelajari dari pola tingkah laku pemimpin, khususnya kegiatan dalam mempengaruhi bawahan.
 Pendekatan situasi, Gaya kepemimpinan cenderung berbeda-beda dari situsasi ke situasi yang lain. Artinya waktu, tuntutan tugas, kemampuan pemimpin, kemampuan bawahan sangat penting dalam membangun tingkah laku pemimpin.
Keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya ditentukan oleh sikap dan sifat seorang pemimpin akan tetapi harus pula diperhatikan tingkat kedewasaan bawahan, sehingga kepemimpinan harus dapat diubah-ubah sesuai dengan situasi yang dihadapi. Untuk mengubah gaya-gaya kepemimpinana seorang atasan terlebih dahulu difahami empat dasar gaya kepemimpinan, yaitu :
 Tipe Direktif yakni pengambilan keputusan dan pemecahan masalah semata-mata menjadi tanggung jawab pemimpin, kemudian disampaikan kepada bawahan untuk dilaksanakan. Tipe ini ditandai dengan komunikasi satu arah, pelaksanaan pekerjaan diawasi dengan ketat. Tipe ini disebut juga dengan tipe “telling”.
 Tipe konsultatif yakni pengambilan keputusan dan pemecahan masalah masih tetap menjadi tanggung jawab pemimpin. Namun dalam tipe ini digunakan komunikasi dua arah, pemimpin memberikan support kepada bawahan,dan saran serta pendapat bawahan diperhatikan oleh pemimpin.Tipe ini disebut juga tipe”selling”.
 Tipe Partisipasif yakni pemimpin dan bawahan sama-sama telibat dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah, komunikasi dua arah semangkit meningkat, bawahan dipandang memiliki kemampuan dan kecakapan yang cukup untuk melaksanakan tugas-tugasnya
 Tipe Delegatif yakni pemimpin mendelegasikan penganbilan kepusan dan pemecahan masalah kepada bawahan.Kemudian hak dan tugas masing-masing bawahanlah untuk menentukan langkah-langkah bagaimana pengambilan keputusan dan pemecahan masalah itu dilaksanakan.Bawahan diberikan kepercayaan dan wewenang yang luas untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.

Penelitian lebih lanjut menunjukan bahwa sesungguhnya tidak ada tipe atau gaya kepemimpinan yang dapat dipandang paling baik, yang jelas adalah bahwa keberhasilan seorang pemimpin apabila ia dapat menyesuaikan tipe kepemimpinannya dengan situsi yang ada. Dengan kata lain tipe atau gaya kepemimpinan harus dapat di ubah-ubah sesuai
Dengan situasi yang dihadapi. Sejauh mana seorang pemimpin harus memperhatikan situasi akan sangat tergantung dengan apa yang di sebut”Tingkat Kedewasaan” (maturity) yang ditunjukan oleh bawahannya dalam menyelesaikan tugas-tugasnya.


5. Apa pemahaman saudara tentang manajemen tenaga kependidikan, jika saudara dikondisikan sebagai seorang manajer pada sebuah lembaga kependidikan. Langkah apa saja yang saudara lakukan sehingga proses pendidikan didalam lembaga kependidikan yang saudara pimpin berjalan dengan optimal. Jelaskan!

Jawab :

Manajemen tenaga kependidikan merupakan suatu proses pengelolaan personil atau tenaga kependidikan (tenaga struktural, fungsional, teknis ) melalui perumusan-perumusan tujuan, dan membuat kebijakan-kebijakan dengan harapan mutu pendidikan yang tinggi, serta setiap unsur tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, memiliki kemampuan , motivasi, kreativitas, yang pada akhirnya akan terwujud nya fungsi persekolahan dan tercapainya tujuan pendidikan.
Ada beberapa langkah yang harus dilaksanakan atau ada beberapa unsur dalam manajemen pendidikan yang menjadi perhatian utama, antara lain :
 Perencanaan tenaga kependidikan yang meliputi inventarisasi menyeluruh mengenai tenaga, beban kerja, kualitas kerja pegawai, penetapan kebijakan.
 Rekrutmen tenaga kependidikan, yang meliputi penyeleksian dan penerimaan tenaga kerja yang sesuai dengan kompetensinya.
 Penempatan dan orientasi, yang meliputi penempatan dan penugasan sesuai posisi jabatan, pengenalan terhadap lingkungan kerja bagi tenaga kerja baru.
 Pembinaan dan pengembangan tenaga pendidikan, yang meliputi seminar, workshop, pelatihan.
 Penilaian tenaga kependidikan, yang meliputi prestasi kerja dan potensi pengembangan karier.
 Pemberhentian tenaga kependidikan, yang meliputi meninggal dunia, pensiun, mutasi, pemberhentian secara tidak terhormat.
Dengan adanya tahapan-tahapan dalam proses manajemen pendidikan tersebut maka tujuan pendidikan yang diharapkan dalam Undang- undang sistem Pendidi
kan Nasional No 20 tahun 2003 dapat terlaksana secara optimal.
by:komang pastiada

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar