Liputan 6 - 1 jam 40 menit laluKirimKirim via YMCetak
Liputan6.com, Jakarta: Kenaikan harga sembako yang terus membubung dinilai Pengamat Ekonomi Hendry Saparini dapat berdampak pada meningkatnya laju kemiskinan. "Bagaimana tidak, kebijakan pemerintah dalam mengatur kenaikan bahan pokok sembako sebagai komunitas strategis kurang mendapat perhatian," katanya Jakarta, Sabtu (17/7).
Pemerintah diminta untuk lebih memperhatikan gejolak harga yang sudah diluar batas agar sekitar 42 persen penduduk yang berpenghasilan rendah tidak makin terpuruk. Untuk itu, peran negara harus dikembalikan dalam mengontrol harga, misalnya dengan memainkan Bulog dalam mengontrol harga di pasaran selain harga beras dan minyak goreng.
Hendry menambahkan sebaiknya pemerintah mengutamakan kedaulatan pangan dalam negeri dibanding ketahanan pangan import, pasalnya kedaulatan pangan lebih berpihak kepada petani kecil, sehingga mempengaruhi kesejahteraan masyarakat miskin dapat terpenuhi.(AYB)
Bisnis Mudah Daftar 100% Gratis Kerja Gambang Hasil Luar Biasa.
Isi:
Hai ada bisnis menarik dan luar biasa dasyat nih!!
Di sini kita bisa Mendapatkan Rp. 277.777.778.500,- Lebih
Dengan Modal 100% GRATIS!! 100% MUDAH, 100% BEBAS RESIKO!
Kerjanya? Sangat mudah!
Untuk info Lengkapnya Kunjungi :
http://gajigratis.com/?ref=pastiada
Sabtu, 17 Juli 2010
Jumat, 16 Juli 2010
Senderan Pura Segara Gilimanuk Hancur
Senderan Pura Segara Gilimanuk Hancur
Negara (Bali Post)
Senderan sebelah timur Pura Segara Gilimanuk hancur akibat terpaan gelombang Selat Bali. Hal ini sudah berlangsung sejak lama, namun belum ada perhatian dari Pemerintah. Dari pengamatan di lokasi Kamis (15/7) senderan yang berada di sisi Timur Pura yang terlihat paling parah. Menurut warga sekitar, disinilah sisi yang paling sering diterjang ombak Selat Bali terutama bila air pasang. Senderan ambrol sekitar 50 meter akibat tergerus air laut.
Mangku Segara Gilimanuk, Wayan Nirtha (78) mengatakan kejadian itu sudah lama terjadi. Pembangunan senderan bersamaan dengan peluasan Pura yang terletak di sebelah Pelabuhan Gilimanuk. Kondisi Pura yang baru dibangun itu dibagian dalam masih kokoh, namun di bagian luar bangunan Saka Delapan tempat pertandingan sudah hancur tersapu angin dari Timur. Hanya tersisa lantai dari keramik. Begitu halnya dengan Bale Gong juga bangunan yang disangga kayu nyaris ambruk dan terpaksa ditahan dengan tali. “terpaksa panitia mengikat ke tembok penyeker, sudah mau roboh tertiup angin dari Timur” ujar Mangku asal Baluk itu.
Mangku Segara mengatakan saat Pura dipugar mendapat bantuan dari Bank Dunia. Selain saat Pujawali Pura pada Purnama Desta, saat Purnama Pura juga ramai dikujungi pemedek dari sekitar Gilimanuk dan Buleleng. Kondisi bangunan toilet yang berada diluar Pura juga sudah mulai lapuk dimakan rayap. Lokasi Pura yang berada di pinggir laut ini sangat riskan dengan terpaan angin laut dan gelombang laut.
(sur)
sumber : bali post.16 juli 2010
Langganan:
Komentar (Atom)