Kamis, 24 Desember 2009 | 09:42 WIB
BATAVIA — Weltevereden, sebuah batu mulia pada sabuk jamrud, demikian R Kurris, SJ, meminjam istilah yang digunakan Douwes Dekker. Douwes Dekker si Multatuli itu pernah menyebut Indonesia sebagai sabuk jamrud yang melilit pada katulistiwa. Batavia-Weltevreden digambarkan dalam buku Indrukken van een Totok sebagai sebuah taman raksasa, kota dengan jalan lebar yang dinaungi pohon tinggi dan hijau. Sebuah kota vila corak Eropa yang ditempatkan di tengah alam tropis yang serba mewah berkat sejumlah besar orang Jawa yang menggunakan ember kayu menyirami jalan dengan air kali kekuningan. Pokoknya, Weltevreden, Batavia, begitu indah, memesona, setidaknya di akhir abad ke-19, dari kacamata sang penulis, Justus van Maurik.
Ia mengunjungi Hindia Belanda di akhir abad ke-19, termasuk mengunjungi Weltevreden dengan Lapangan Banteng di masa lalu yang rindang oleh deretan pohon juwar. Maurik tak lupa menyebutkan Gedung Putih, kolom Waterloo, dan monumen Jenderal Michiels. Sayangnya, ia datang beberapa tahun sebelum melihat gereja Katedral yang dibangun bergaya gotik. Karena gempa sering menggoyang Batavia, seluruh langit-langit gedung dibikin dari kayu. Gedung ini, dengan menara setinggi 60 m, menjadi gedung tertinggi di Batavia.
Sejarah keberadaan gereja Katolik di Jakarta bermula di awal abad ke-19, yaitu ketika Pastor Yakobus Nelissen dan Pastor Lambertus Prinsen tiba di Batavia, melewati Pulau Onrust, pada 4 April 1808. Tanggal dan tahun itu merupakan sejarah bagi gereja Katolik setelah sejak VOC berkuasa di Batavia pada 1619, gereja Katolik dilarang berkembang di seantero Nusantara. Gereja Protestan berkembang pesat sendirian sampai akhirnya pada 1810, Monseigneur atau Pastor Nelissen bisa bernapas lega dan berterima kasih kepada Gubernur Jenderal HW Daendels. Daendels memberi hadiah sebuah gereja Katolik di pinggir jalan menuju Istana Weltevreden, sebuah gereja Katolik pertama di Batavia.
Demikian kisah yang ditulis Kurris—yang pernah menjabat sebagai pastor kepala di Gereja Katedral pada periode 1985-1993—dalam buku Sejarah Seputar Katedral Jakarta. Pintu masuk ke Istana Weltevreden milik Mossel adalah Jalan Kenanga (di sekitaran Gunung Sahari tak jauh dari Senen). Di pinggir jalan itulah gereja kecil berdiri selama 40 tahun sejak masa Gubernur Jenderal van de Parra, sebuah gereja Protestan yang tidak berfungsi. Gedung gereja inilah yang dihibahkan Daendels ke Nelissen dan menjadi gereja Santo Ludovikus, yang pada 10 mei 1812, Thomas Stamford Raffles beserta istrinya berkesempatan hadir dalam permandian seorang bayi.
Lingkungan Batavia makin buruk. Nelissen pun wafat karena TBC pada 6 Desember 1817 dan dimakamkan di gereja tersebut di atas. Kondisi gereja juga makin lama makin reyot hingga datanglah Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang baru, Du Bus de Gisignies, memerintah 1825-1830. Pada masanya, umat Katolik bernafas lega. Du Bus pula yang kemudian melirik kawasan di Waterlooplein (Lapangan Banteng) tak jauh dari Gedung Putih bekas kediaman Daendels. Maka dari itu, perumahan panglima KNIL pun dirombak oleh Insinyur Tromp, 6 November 1829, dan jadilah cikal bakal Katedral. Gereja baru itu diberi nama Maria Diangkat ke Surga.
Kemudian, gereja ini beberapa kali direnovasi bahkan dibangun ulang karena ambruk. Adalah Pater Dijkmans, SJ, yang pada 1890 merencanakan Katedral yang kini bisa kita lihat, nikmati, dan gunakan untuk mengikuti berbagai kegiatan gerejawi.
Scott Merrillees dalam Batavia In Nineteenth Century Photography menyebutkan, sejak awal tahun 1829 ketika Gereja Katolik Roma menggunakan gedung bekas kediaman seorang komandan militer Belanda, bangunan tersebut memerlukan banyak perbaikan. Pasalnya, fondasi bangunan itu tak kuat, plester tembok sudah dalam kondisi buruk, sedangkan pintu dan jendela tak bisa menutup dan membuka dengan baik.
Meski demikian, upaya renovasi besar-besaran tak mungkin dilakukan karena tak ada biaya. Itu terjadi hingga tahun 1859, saat perbaikan besar-besaran kemudian dikerjakan. Pada tahun 1879, keluar keputusan bahwa gedung gereja itu perlu perbaikan lebih jauh atau bahkan ada kebutuhan terhadap gedung baru untuk menggantikan gereja tersebut. Namun, masalah keuangan membuat semua itu tak terwujud.
Hasil renovasi gereja itu mulai digunakan pada 31 Mei 1880. Selama 10 tahun, renovasi itu terlihat sangat baik. Akan tetapi, pada 9 April 1890, langit-langit gereja runtuh. Hal itulah yang membuat bangunan lama akhirnya dirobohkan dan berganti bangunan baru. Segala urusan izin dan rencana pembangunan gereja gotik—rancangan Dijkmans—sudah siap. Namun, urusan ini lagi-lagi terbentur masalah keuangan. Hingga akhirnya pada 16 Januari 1899, barulah gereja ini dibangun dan pada 21 April 1901 Katedral mulai digunakan lagi hingga sekarang, hingga perayaan Misa Natal di abad milenium ini. Selamat Hari Raya Natal!
Bisnis Mudah Daftar 100% Gratis Kerja Gambang Hasil Luar Biasa.
Isi:
Hai ada bisnis menarik dan luar biasa dasyat nih!!
Di sini kita bisa Mendapatkan Rp. 277.777.778.500,- Lebih
Dengan Modal 100% GRATIS!! 100% MUDAH, 100% BEBAS RESIKO!
Kerjanya? Sangat mudah!
Untuk info Lengkapnya Kunjungi :
http://gajigratis.com/?ref=pastiada
Kamis, 24 Desember 2009
Senin, 07 Desember 2009
ntar lagi tahun akan berganti itu artinya umur kita akan semakin tua n denger2 nie dunia katanya akan kiamat bener g ya?????????????
ahhhhh rasanya g deh....itu orang terlalu mikir kali g punya kerjaan apa.
inget mnusia hanya bisa memprediksikan aja...yang pasti itu tuhan yang tw....g percaya ????
tanya aja tuhan sana!!!
cepetan tuhannya keburu pergi htar....hehehe
mungkin nie ada sedikit info dari ku mudah2an bermanfaat yah......
Beberapa kelompok dari seluruh dunia sedang berkumpul dan mulai menghitung mundur tanggal misterus yang telah dinanti2 ratusan tahun: 21 Desember 2012
Berbagai kelompok dari Amerika, Kanada dan Eropa, para pengikut sekte apokaliptis (kiamat) dan beberapa individu mengatakan bahwa hari tersebut adalah hari terakhir dunia ini.
Mereka yang percaya bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012, mendasarkan kepercayaan mereka pada kalender yang dibuat oleh suku Maya, yang ditemukan di reruntuhan di Mexico. Kebudayaan kuno ini dikenal atas kemampuannya di ilmu matematika dan astronomi.
Masyarakat Maya Kuno, yang dikenal maju ilmu matematika dan astronominya, mengikuti “perhitungan panjang” kalender yang mencapai 5,126 tahun. Ketika peta astronomi mereka dipindahkan ke kalender Gregorian, yang digunakan secara standar sekarang, waktu perhitungan bangsa Maya berhenti pada 21 Desember 2012.
Mereka yang percaya juga mengatakan adanya hubungan lain selain antara kalender maya dan kehancuran yang akan datang. Matahari akan terhubung lurus dengan pusat Tata Surya pertama kalinya semenjak 26000 tahun yang lalu, yang menandai puncak musim dingin. Beberapa orang mengatakan hal ini akan mempengaruhi aliran energi ke bumi, atau karena adanya sunspot dan sunflare yang jumlahnya membengkak, menyebabkan adanya efek terhadap medan magnet bumi
Para ahli berusaha meredam skenario kiamat ini sebagai salah satu ramalan bohongan lagi, tapi sangat jelasm bahwa banyak sekali orang yang meramalkan adanya kemungkinan bencana besar pada tanggal tersebut.
“Anda harus mengerti, tidak akan ada sama sekali sisa,” kata Patrick Geryl kepada ABC News. “Kita harus akan memulai kembali semua kebudayaan dan kehidupan dari awal lagi.” Geryl, pekerja laboratorium berusia 53 tahun yang hidup di Belgia, keluar dari pekerjaannya dua tahun lalu setelah ia menabung sejumlah uang yang cukup digunakan sampai tahun 2012. Ia sekarang sedang mengumpulkan persediaan yang jika di daftar, mencapai 11 halaman lebih.
Geryl bukanlah satu2nya orang yang berpikir demikian, jika anda goggling “2012 the end of the world” akan ada sekitar 700.000 hit untuk anda klik. Lebih dari 6500 video telah diposting di YouTube. Ribuan buku jg menulis mengenai hal itu, mengikuti sukses buku Daniel Pinchbeck: “2012: The Return of Quetzalcoatl,” yang terjual ribuan kopi tiap bulannya semenjak dirilis bulan Mei lalu.
Tapi apa sih bencana besar di tanggal 21 Desember 2012 itu? ada yang mengatakan pembalikan titik magnet bumi, utara menjadi selatan, kemudian matahari terbit dari barat, yang memicu bencana alam diseluruh dunia. Ada juga yang mengatakan bahwa tanggal tersebut adalah tanggal kebangkitan spiritual seluruh dunia.
Para ahli menertawakan hal ini. “Ramalan2 itu benar2 nggak ada dasarnya sama sekali, apalagi di kebudayaan Maya yang kita kenal,” kata Stephen Houston, profesor antropologi di Brown University, yang adalah juga ahli tulisan hieroglif Maya. “Penggambaran bangsa maya tidak pernah menyebut2 hal ini.” katanya. Bangsa maya melihat bahwa tanggal tersebut adalah tanggal kalender mereka, tapi kemudian mengulang kalender mereka kembali tanpa adanya bencana sama sekali.
“Emang seperti itu, hal itu cuman ungkapan kegelisahan manusia di jaman kita, dan menemukan adanya preseden kuno mengenai hal itu, mereka langsung menghubung2kannya.” katanya. “Orang lebih cenderung percaya dengan kebijaksanaan kuno yang meramalkan kejadian di masa ini.”
ahhhhh rasanya g deh....itu orang terlalu mikir kali g punya kerjaan apa.
inget mnusia hanya bisa memprediksikan aja...yang pasti itu tuhan yang tw....g percaya ????
tanya aja tuhan sana!!!
cepetan tuhannya keburu pergi htar....hehehe
mungkin nie ada sedikit info dari ku mudah2an bermanfaat yah......
Beberapa kelompok dari seluruh dunia sedang berkumpul dan mulai menghitung mundur tanggal misterus yang telah dinanti2 ratusan tahun: 21 Desember 2012
Berbagai kelompok dari Amerika, Kanada dan Eropa, para pengikut sekte apokaliptis (kiamat) dan beberapa individu mengatakan bahwa hari tersebut adalah hari terakhir dunia ini.
Mereka yang percaya bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012, mendasarkan kepercayaan mereka pada kalender yang dibuat oleh suku Maya, yang ditemukan di reruntuhan di Mexico. Kebudayaan kuno ini dikenal atas kemampuannya di ilmu matematika dan astronomi.
Masyarakat Maya Kuno, yang dikenal maju ilmu matematika dan astronominya, mengikuti “perhitungan panjang” kalender yang mencapai 5,126 tahun. Ketika peta astronomi mereka dipindahkan ke kalender Gregorian, yang digunakan secara standar sekarang, waktu perhitungan bangsa Maya berhenti pada 21 Desember 2012.
Mereka yang percaya juga mengatakan adanya hubungan lain selain antara kalender maya dan kehancuran yang akan datang. Matahari akan terhubung lurus dengan pusat Tata Surya pertama kalinya semenjak 26000 tahun yang lalu, yang menandai puncak musim dingin. Beberapa orang mengatakan hal ini akan mempengaruhi aliran energi ke bumi, atau karena adanya sunspot dan sunflare yang jumlahnya membengkak, menyebabkan adanya efek terhadap medan magnet bumi
Para ahli berusaha meredam skenario kiamat ini sebagai salah satu ramalan bohongan lagi, tapi sangat jelasm bahwa banyak sekali orang yang meramalkan adanya kemungkinan bencana besar pada tanggal tersebut.
“Anda harus mengerti, tidak akan ada sama sekali sisa,” kata Patrick Geryl kepada ABC News. “Kita harus akan memulai kembali semua kebudayaan dan kehidupan dari awal lagi.” Geryl, pekerja laboratorium berusia 53 tahun yang hidup di Belgia, keluar dari pekerjaannya dua tahun lalu setelah ia menabung sejumlah uang yang cukup digunakan sampai tahun 2012. Ia sekarang sedang mengumpulkan persediaan yang jika di daftar, mencapai 11 halaman lebih.
Geryl bukanlah satu2nya orang yang berpikir demikian, jika anda goggling “2012 the end of the world” akan ada sekitar 700.000 hit untuk anda klik. Lebih dari 6500 video telah diposting di YouTube. Ribuan buku jg menulis mengenai hal itu, mengikuti sukses buku Daniel Pinchbeck: “2012: The Return of Quetzalcoatl,” yang terjual ribuan kopi tiap bulannya semenjak dirilis bulan Mei lalu.
Tapi apa sih bencana besar di tanggal 21 Desember 2012 itu? ada yang mengatakan pembalikan titik magnet bumi, utara menjadi selatan, kemudian matahari terbit dari barat, yang memicu bencana alam diseluruh dunia. Ada juga yang mengatakan bahwa tanggal tersebut adalah tanggal kebangkitan spiritual seluruh dunia.
Para ahli menertawakan hal ini. “Ramalan2 itu benar2 nggak ada dasarnya sama sekali, apalagi di kebudayaan Maya yang kita kenal,” kata Stephen Houston, profesor antropologi di Brown University, yang adalah juga ahli tulisan hieroglif Maya. “Penggambaran bangsa maya tidak pernah menyebut2 hal ini.” katanya. Bangsa maya melihat bahwa tanggal tersebut adalah tanggal kalender mereka, tapi kemudian mengulang kalender mereka kembali tanpa adanya bencana sama sekali.
“Emang seperti itu, hal itu cuman ungkapan kegelisahan manusia di jaman kita, dan menemukan adanya preseden kuno mengenai hal itu, mereka langsung menghubung2kannya.” katanya. “Orang lebih cenderung percaya dengan kebijaksanaan kuno yang meramalkan kejadian di masa ini.”
Langganan:
Komentar (Atom)