Bisnis Mudah Daftar 100% Gratis Kerja Gambang Hasil Luar Biasa. Isi: Hai ada bisnis menarik dan luar biasa dasyat nih!! Di sini kita bisa Mendapatkan Rp. 277.777.778.500,- Lebih Dengan Modal 100% GRATIS!! 100% MUDAH, 100% BEBAS RESIKO! Kerjanya? Sangat mudah! Untuk info Lengkapnya Kunjungi : http://gajigratis.com/?ref=pastiada

Sabtu, 16 Januari 2010

APAKAH MANUSIA ITU ?????

Manusia adalah mahluk pemikir (homo sapiens). Hal ini membuka pintu untuk mengembangan ilmu secara akumulatif dan berkelanjutan.
Apa yang muncul dalam pikiran yang masih abstrak kemudian menjelma dalam bentuk tertentu seperti tingkah laku dan benda-benda hasil ciptaan manusia.
Manusia adalah mahluk pekerja (homo faber).Bukankah manusia itu sendiri adalah hasil suatu karya? Adalah bertentangan dengan kodratnya,apabila ia tidak mau bekerja,tidak mau menggunakan akal budinya ; sehingga sia-sialah karunia yang diberikan oleh Tuhan.Maka ia buat apa yang ia perlukan mulai dari yang paling sederhana sampai dengan pesawat ruang angkasa.Itulah sebabnya ia di sebut pencipta kedua.Sebab Tuhan adalah pencipta pertama tapi ciptaannya di dasarkan atas “ Gambar” yang telah di berikan oleh Tuhan.Dan sebagai suatu tiruan Tuhan tentu tidak sesempurna ciptaan Tuhan.*Kemampuan akal budi manusia seakan-akan mampu menerobos batas yang ada dan tiada ; sehingga timbul keinginan yang bertubi – tubi seperti tak henti – henti.Batas itu memang tidak selalu terang seperti siang dan malam,tapi acap kali kabur,yang menyebabkan manusia alfa dan hilaf.Di sini ia harus berhenti sejenak untuk merenungkan kembali eksistensinya(di mana ia sedang berada,apa yang ia lakukan,mengapa dan untuk apa ia melakukannya,dsb.)
Pada manusia sebenarnya sudah melekat suatu kesadaran reflektif ( ia sadar bahwa ia ada, ia sadar akan dirinya,ia tahu bahwa ia tahu).oleh karena itu ia senantiasa di tuntut untuk mengadakan introspeksi,mengingatkan diri atau bersedia diingatkan oleh pihak lain.Hal ini erat kaitannya dengan kesadaran etis,yang bertalian dengan hakikat manusia sebagai mahluk bermoral ( moral being) sehingga mempunyai kesadaran akan yang baik dan buruk.dengan demikian ia mempunyai kemampuan untuk emnentukan pilihan perbuatan sehingga perilakunya senantiasa bertujuan(teleologis).Di sinilah letak makne kebebasan manusia ; yaitu kebebasan untuk menentukan pilihan yang bertanggung jawab.Sebab setiap perbuatan merupakan pencerminan dari dirinya ( siapa dia),sehingga menentukan mertabat dan harkat kemanusiaanya.
*Bandingkan pesawat udara dengan burung,kapal laut dengan ikan,pengeras suara dengan telinga,jantung buatan dengan jantung asli,dsb.
Dalam hubungan ini The Liang Gie mengutip pendapat Laszlo sebagai berikut :
To be a man is thus to have the almost unique oppotunity of getting to know one self and the world in which one lives.
Our knowledge has made us increasingly autonomous in nature,and enabled us to create the world of culture.it has freed us from many of the bonds of biological existense and given us license to determine our own evolution ( The Liang Gie,1997,hal.29)
Bahkan padanya melekat pula kesadaran sosial yang bertalian dengan hakikatnya sebagai mahluk sosial ( homo socius),yang mempunyai kecenderungan untuk hidup bersama dalam kelompok dan pergaulan yang saling bergantung satu sama lain.dan masih di tuntut pula adanya kesadaran kosmis,yang bertalian dengan kesadaran bahwaia bukan hanya merupakan bagian tetapi juga sekaligus juga berada dalam dan hidup dari ala mini.Ini berrti ia mempunyai kewajiban untuk memelihara kelestarian dan kedamaian alam semesta ini.
Hasil ciptaan manusia dapat dipelajari oleh manusia yang lain.Manusia adalah mahluk yang harus di didik (animal educamdum); mahluk yang dapat dididik 9animal educabile) ; dan mahluk yang dapat mendidik ( homo educandus).
Jadi faktor utama mengapa manusia berfilsafat terletak pada karunia Tuhan pada manusia, yaitu “idep” (akal budi)sehingga manusia disebut sebagai mahluk pemikir (homo sapiens).oleh aritoteles disebut “animal that reasons” dank arena itu menurut hakikatnya,kata aritoteles,semua manusia selalu ingin tahu (all men by nature desire to know ).pada manusia melekat kehausan piker ( intellectual curiosity),yang menjelma dalam wujud aneka ragam pertanyaan.Bertanya adalah berfikir dan berfikir dimanifestasikan dalam bentuk pertanyaan.
Binatang bisa dilatih,tetapi tidak mungkin melatih yang lain ( kecuali hal – hal yang bersifat naluriah ).Karena itu kehidupan binatang bersifat statis,karena tidak ada proses penciptaan (perhatikanlah misalnya makanan binatang atau sarang burung dari zaman dulu hingga nanti tetap sama saja).
Bukankah anak kecil biasanya suka bertanya ? sayang sekali kalau sudah besar jarang bertanya.Berbeda dengan Newton yang dalam liburan kuliah pergi ke kebun apel.Tatkala ia duduk termenung di bawah pohon apel,sebuah apel jatuh tepat mengenai kepalanya. Ia segera bertanya,mengapa apel itu jatuh ke bawah dan tidak ke atas.Jika apel dan benda-benda lainya jatuh ke bawah,mengapa bulan tidak demikian.Bahwa apel jatuh ke bawah,semua orang sudah tahu.Tetapi hanya Newton yang mempertanyakannya.Dari peristiwa ini akhirnya ia membangun kontruksi konseptual,yang di sebut hokum gravitasi.
Sekan- akan manusia berkelana dalam akal - budinya dalam mencari jawaban terhadap segala pertanyaan.Ia bertanya kepada dirinya sendiri (siapa,darimana,kemana)ia pun bertanya tentang segala sesuatu yang melingkari dirinya.
Rasa ingin tahu yang mendalam itu didasari pula oleh rasa kagum ( thauma).Ia kagum dengan segala ciptaan Tuhan.Kagum pada sinar mentari yang menyinari bumi ini ; kagum pada bintang dan bulan yang bersinar syahdu di malam hari.karena itu ia ingin mencapai keterangan tentang asal- usul alam semesta( masalah kosmogonis) dan sifat – sifat kejadian di alam semesta ( masalah kosmologis).Ia bahkan ingin tahu tentang dirinya sendiri,mengenai eksistensinya,hakikatnya,tujuan hidupnya,dsb.Hal ini semua membawa manusia kea lam filsafat (philosophizing).Seperti yang di utarakan oleh C.A.Van Peursen bahwa :
sejak dahulu kala filsafat atau hasrat akan kebijaksanaan dianggap mulai bertumbuh bila manusia bertanya – Tanya disertai rasa kagum dan heran(C.A. Van Peursen,Orientasi Di Alam Filsafat,1980,hal.2).
hal ini sejalan dengan ungkapan bahwa berfilsafat dimulai dengan bertanya (philosophy begins with questioning) bahkan orang pandai dimulai dari bertanya.




CREATED BY: KOMANG PASTIADA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar